Mendapatkan kesederhanaan Data Center adalah pertarungan yang tidak pernah ada habisnya, karena kompleksitas menjadi penyebab utama dan pekerjaan tambahan bagi IT dan sistemnya. Mengingat efek domino yang dapat terjadi ketika salah satu bagian dari environment IT membutuhkan upstream atau downstream upgrade. Waktu yang dibutuhkan untuk meng-investigasi dan memikirkan upgrade, akan membawa Anda ke dalam jebakan “Keeping the lights on” yang menghambat banyak perusahaan untuk dapat berinovasi dalam bisnis. Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, banyak praktisi yang memanfaatkan solusi hyperconverged.

Kompleksitas menghabiskan waktu dan resources

Dalam environment tradisional, dengan begitu banyak jenis sistem yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, potensi terhadap error akan meningkat, kemungkinan failure diperburuk oleh banyaknya interaksi yang menambah kesulitan dalam diagnosa.
Yang lebih parah, sistem dibangun oleh vendor yang berbeda-beda dengan kemungkinan menyalahkan satu sama lain.

Bukan hanya waktu, tapi resources juga akan terbuang. Dengan banyaknya aplikasi dan device yang berbeda, data di olah dan di proses berulang-ulang di dalam data center. Efeknya adalah terdamparnya CPU, Network, dan Disk.

Kompleksitas memperlambat Disaster Recovery

Kondisi dimana kompleksitas sangat tidak diharapkan adalah pada waktu disaster recovery. Kesuksesan recovery didasari oleh sebuah rancangan yang solid, yang sangat bisa memakan waktu jika berada di dalam environment yang kompleks dan berbelit-belit. Biarpun dengan perencanaan yang matang, membawa asset IT kembali berjalan normal setelah terjadi bencana (dalam skala apapun), akan menjadi tugas yang mengerikan jika terdapat banyak sekali komponen terpisah.

Rumitnya sistem (meski dalam environment kecil), tetap memerlukan waktu untuk kembali meng-aktifkan semua komponen ke kondisi sediakala, dan memastikan semuanya berjalan normal. Dalam kondisi terburuk, mencari sumber masalah di dalam environment yang kompleks akan menjadi kesulitan dan tingginya kemungkinan terjadinya data loss (kehilangan data).

Sistem yang terpisah menambah kompleksitas

Sayangnya, level kompleksitas ini perlahan sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Tugas operasional sehari-hari harus dilakukan tanpa memikirkan datangnya sebuah solusi baru. Hasilnya, produk yang dibeli untuk memecahkan suatu permasalahan, akan menjadi penghambat untuk fungsi produk lainnya, yang mana sudah ter-implemen, namun sering dibiarkan sampai betul-betul menjadi urgent.

Pendekatan pembangunan infrastruktur IT menciptakan kompleksitas dan ketidak-efisienan baik bagi manusia maupun resource infrastruktur. Contohnya, banyaknya sistem yang menggunakan deduplikasi, tapi sedikit yang menggunakan bahasa pemograman deduplikasi yang sama, yang artinya data tersebut terus berputar tanpa efisiensi yang pas.

HPE SimpliVity memberikan pendekatan menyeluruh

Pengelolaan data dengan tepat akan membawa efisiensi lebih dan mengurangi kompleksitas. Hasilnya adalah Data Center yang lebih sederhana. Data mengalir dalam siklus yang seperti biasa, dan banyak environment yang spesifik terhadap suatu produk yang memiliki pengaturan data masing-masing, namun memiliki processing dan bandwidth untuk memindahkan data tersebut antar infrastruktur. Pemikiran holistik atas siklus IT dan data menjadi satu sistem, akan secara drastis mengurangi kompleksitas IT. Menggabungkan pendekatan ini dengan konsep efisiensi data yang modern seperti deduplikasi dan compression akan memberikan dampak besar bagi bisnis.